PENGALAMAN MEMAKAI BEHEL ATAU KAWAT GIGI

00.13

Behel atau kawat gigi berguna untuk merapikan gigi ya. Dan kali ini aku akan membagi pengalaman aku selama memakai behel.
Alasan aku memakai behel adalah karena gigi depan atas aku itu maju dikarenakan sampai SD masih isap jempol. Dan aku mulai memakai behel waktu SMA kelas 11. Mengapa pas kelas 11? Karena menurut orang tua aku itu umur pas dimana aku bisa lebih merawat gigi huhu.

Langsung aja ya aku cerita awal memakainya.

Pertama, aku dan orang tua konsul sama dokter orthodontist yang spesialis menangani behel. Sebelumnya sih orang tua aku survey dulu dimana aja dokter khusus yg menangani pemasangan behel dan jatuhlah kepada Drg. Saiful R, Sp.ort di Jl.S.parman, Samarinda. Konsulnya tentang harga, waktu pemakaian, dll. Setelah mendapatkan informasi dan jika pasti akan memasang, dokter akan membuat surat rujukan agar terlebih dahulu di rontgen agar dapat dianalisis tindakan awal untuk pemasangan behel. Lalu dokter mencetak bentuk gigi aku seperti menggunakan apa ya. Aku kasih liat penampakannya dibawah ya.
Jadi pertama mulut aku dibersihin terus dikasih cairan gitu dan nunggu beberapa menit dan menjadi keras terus jadi deh seperti cetakan. Menurut aku ini jadi kenang-kenangan deh punya ini wkwk mengingat bahwa gigi aku pernah kayak gitu.



Lanjut di rontgen, dokter menyimpulkan gigi bagian taring belakang harus dicabut kiri dan kanan agar bisa gigi yang akan dirapikan mendapatkan tempat. Lalu dokter memberi surat rujukan ke dokter konservasi gigi untuk melakukan pencabutan.
Dilanjutkan secara bertahap pencabutan gigi kurang lebih seminggu dua gigi sudah dicabut. Setelah seminggu dicabut untuk recovery. Akhirnya dokter menjadwalkan untuk pemasangan. Untuk dokter ini dijadwalkan jam 6 sore waktu itu aku ingat waktu bulan puasa.

Dannnn jadi deh aku makai kawat. Rasanya beda banget. Seperti mulut aku itu aneh banget kayak ada sesuatu di mulut kayak gerigi-gerigi gitu.
Dilanjutkan larangan-larangan dari dokter kalau tidak boleh mengonsumsi permen karet dan jagung. Terus lanjut katanya sebulan sekali harus kontrol dan penggantian karet behelnya.

Dan ini kali ya yang ditunggu-tunggu struggle dari makai behel.
Keesokan harinya gigi aku langsung berasa sakit ga tapi ga sakit juga sakit. Susah makan iya, jadi seminggu lebih itu aku konsumsi bubur terus. Sampai di sekolah juga aku bawa bekalnya bubur gaes:) Kalau sariawan sih syukurnya aku tidak mengalami. Dan jangan khawatir dokter kasih obat juga kok buat jaga-jaga kalo sariawan nanti terus dikasih obat anti nyeri juga sih. Jadi selama ngunyah bubur juga aku ga sama sekali ngunyah. Langsung telan. Karena kalau antara gigi bawah dan atas kena tuh berasa gimana gitu. Terus hari berlalu udah mulai biasa dan makan seperti biasa. Cuman strugglenya lagi habis makan pasti banyak nyangkut wkwk jadinya kalau aku selalu kumur-kumur deh. Sama dokter juga dikasih paket odol, tusuk gigi khusus, sama jam ungu karena dokternya suka ungu hehee. Aku make yg tusuk gigi itu kalau jalan aja sih kadang ga juga. Karena pas habis aku tanyain berapa mahal banget:( Jadi ya bersihinnya kumur-kumur aja.

Waktu konsul bulan pertama penggantian karet gaterlalu sakit. Tapi bulan berikutnya dia make karet yang fungsinya narik gigi banget. Jadi ganti-gantian gitu perasaan gigi aku, ditarik diistirahatkan ditarik lagi diistirahatkan lagi dst.

Dan saat konsul terakhir dokter mengatakan bahwa behel aku udah siap dilepas di jadwal kontrol selanjutnyaaaa. Namun setelah lepas behel aku harus menggunakan retainer agar gigi ga balik lagi.

Hari pelepasanpun tiba. Perasaan aku? Kayak mulut aku tuh freeee banget kayak gimana ya leluasa gitu mulutnya. Terus ga lupa juga bentuk gigi aku dicetak sama dokter. Tapi cetakannya disimpan sama dokter untuk dijadiin pajangan. Dan oleh-olehnya kawat giginya buat aku wkwk. Yang retainer itu juga sebelum dilepas atau sesudah ya aku lupa kapannya dicetak dulu gitu untuk ngikutin bentuk gigi aku terus dijelasin deh sama dokter kapan-kapan aja dipakai. Semua keadaan kecuali makan. Aku ingat aku lepas waktu liburan setelah ujian kelulusan SMA jadi pas masuk kuliah udah ga behelan.
Karena aku bandel aku ga makai rutin retainernya. Karena waktu ospek aku didukung sama sikonnya. Jadinya keterusan deh. Dan juga waktu awal-awal makai gitu jadi aneh sama temen jadinya ga makai agi deh. Dokter anjurkan pemakaian satu tahun atau dua tahun gitu.

Dan here I am udah rapi giginya hehe

(pede)
Oh iya setelah dilepas dokter juga bersihin karang-karang dan semua kotoran yang nyangkut ya. Jadi bersih deh ga ada flek-flek atau gimana yang sering aku denger dari orang yang katanya katanya.


Last, kalian pasti bertanya-tanya biaya yang dikeluarkan. Dibawah ini rinciannya:
1. Pemasangan atas-bawah = Rp7.500.000
2. Kontrol tiap bulan = Rp100.000
3. Odol khusus = Rp35.000. (Odolnya cuma dijual tempat dokter praktik, soalnya aku cari di supermarket itu beda merek)
4. Sikat Gigi= Rp45.000 (Dijual ditempat dokter juga. Tapi kalau aku sendiri sih kalau mau mengurangi biaya, beli sikat gigi tapi bulu sikat yg soft)
5. Retainer = Rp1.000.000 (Kalau ga salah ingat ya)

Harga bisa berubah tergantung waktu. Aku masang Agustus tahun 2013 dan lepas pertengahan tahun 2014.

Sekian pengalaman aku tentang pemakaian behel semoga bermanfaat bagi kalian yg membaca.
See u guys soon xoxo

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts